BATASAN KULIAH MAKSIMAL 5 TAHUN

unisma

MALANG, Aturan baru Kemendikbud soal batasan kuliah maksimal 5 tahun bagi mahasiswa S1 ditanggapi beragam. Jika  Unisma  (Universitas Islam Malang) tak menyoal, Universitas Brawijaya memilih melakukan sosialisasi  dulu agar mahasiswa tak kaget.

Pembantu Rektor  (PR) I Unisma Dr Badat Muwakhid MP menegaskan Unisma siap menerapkan aturan itu. Sebab sampai saat ini, mahasiswa Unisma yang lulus lebih dari lima tahun sangat sedikit. Bahkan tak genap satu persen dari jumlah mahasiswa keseluruhan. ”Kami selalu memantau setiap tiga semester, jika ada potensi keterlambatan, maka mahasiswa terkait kami panggil untuk konsultasi,” ujar dosen  fakultas peternakan Unisma itu.

Konsultasi mahasiswa itu menurutnya merupakan peran Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Relevasi Pendidikan (LPPRP) yang dibuat khusus untuk mengawasi proses pembelajaran mahasiswa. Lembaga tersebut sudah didirikan cukup lama. Tepatnya saat menyikapi aturan Kemendikbud bahwa perkuliahan mahasiswa S1 ditoleransi sampai tujuh tahun saja atau 14 semester. Lebih dari itu maka mahasiswa kena DO (drop out) alias dikeluarkan.

Bagaimana dengan mahasiswa yang aktif di kegiatan kampus atau luar kampus? Menurut Badat, Unisma justru mendorong mahasiswa untuk terus aktif di organisasi. Karena kampus ini memberlakukan aturan konversi kredit poin. Artinya, mahasiswa yang aktif di organisasi atau kegiatan dan tercatat sebagai panitia acara, maka akan diberi poin. ”Nah, poin itu yang nantinya mengganti KKN (kuliah kerja nyata) mahasiswa.  Jadi mereka dibebaskan dari tanggungan KKN,” terangnya.

Seperti diketahui, belum lama ini Kemendikbud mengeluarkan aturan terbaru tentang masa perkuliahan S1. Jika sebelumnya aturan maksimal boleh 14 semester atau tujuh tahun, kini menjadi 4-5 tahun atau 8-10 semester saja. Aturan tersebut tertuang dalam Permendikbud 49/2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi . Dalam aturan ini ditentukan bahwa beban belajar minimal mahasiswa S1/D-IV adalah 144 SKS (satuan kredit semester). Untuk menuntaskan seluruh beban SKS tadi, mahasiswa S1/D-IV diberi batas waktu 4-5 tahun (8-10 semester).

Sementara itu, PR UB Prof Dr Ir Bambang Suharto MS menjelaskan bahwa aturan tersebut secara resmi diberlakukan kemendikbud dua tahun lagi atau 2016 mendatang. Karena itu, UB memilih tidak tergesa-gesa menyikapinya. Bahkan pihaknya baru akan melakukan sosialisasi kepada mahasiswa tahun depan atau 2015 mendatang. ”Kami akan sosialisasi dulu ke mahasiswa dan para dosen terkait peraturan Kemendikbud ini,” kata dia.

Menurutnya, sosialisasi ini sangat penting agar mahasiswa dan dosen menyadari serta terbiasa dengan peraturan baru itu. ”Sekaligus memotivasi mahasiswa agar mereka lebih cepat lulusnya,” sambung Bambang.

Jika ternyata setelah sosialisasi masih banyak mahasiswa molor karena kegiatan di luar kelas, dia menyarankan sebaiknya mereka mengambil cuti akademik maksimal dua tahun. ”Jadi, jika ada mahasiswa yang masih ingin aktif di BEM misalnya, boleh saja asal terminal kuliah,” tandasnya.

 

Kata Kunci :

  • lpprp unisma ac id
  • agar tidak di do ub
  • do universitas brawijaya
  • batas molor kuliah 2016
  • berapa tahun do berapa universitas
  • batas drop out umm
  • drop out mahasiswa brawijaya
  • drop out unisma
  • kuliah di unisma malang sambil kerja
  • unisma kuliah dan kerja
Suka blusukan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *