BANYAK WARGA KABUPATEN YANG BELUM MEMILIKI E-KTP

EKTP

KABUPATEN – Warga yang belum melakukan perekaman e- masih cukup besar. Data terakhir dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil () Malang menunjukkan, masih ada sekitar 200 ribu warga yang belum melakukan perekaman.

Sejauh ini, dispendukcapil sudah menyelesaikan perekaman e-KTP sekitar 90 persen. ”Yang sudah melakukan perekaman ada 1,9 juta orang atau masih kurang 200 ribu lagi yang belum melakukan perekaman,” kata Kepala Dispendukcapil Pemkab Malang Purnadi, ketika ditemui di ruang kerjanya, kemarin siang (2/9).

Purnadi mengatakan, kebanyakan yang belum melakukan perekaman adalah warga yang tinggal di daerah pelosok. Persebarannya merata, hampir semua kecamatan bisa ditemukan warga yang belum melakukan perekaman e-KTP. ”Tidak ngelumpuk di satu tempat. Ada satu desa yang 2.000 warganya belum e-KTP,” kata dia.

Tapi berbeda dengan daerah pelosok, kondisi sebaliknya terjadi di Kecamatan Kepanjen. ”Untuk Kepanjen, saya lihat sudah hampir 100 persen warganya melakukan perekaman e-KTP,” kata pria yang menjabat sebagai kadispendukcapil sejak 2011 lalu.

Berbagai upaya sebenarnya sudah dilakukan oleh dispendukcapil untuk menggenjot perekaman e-KTP. Salah satunya dengan melakukan aksi jemput bola dengan mendatangi desa-desa. ”Kami coba sisir, wilayah mana saja yang banyak warganya belum melakukan perekaman e-KTP,” ujarnya.

Satu kesempatan bisa dikatakan sukses. Terutama ketika dispendukcapil membuka loket pelayanan pada program Bina Desa yang digelar Pemkab Malang. ”Untuk program Bina Desa, dispendukcapil itu jadi favorit. Rata-rata, ada 200 orang yang datang mengurus berkas kependudukan, termasuk e-KTP,” kata dia.

Tapi tidak jarang pula, upaya jemput bola juga tidak membuahkan hasil maksimal. ”Ketika kami mendatangi desa, pernah kami coba undang 1.000 orang, tapi yang datang hanya 50 orang,” ujar mantan asisten III Bidang Umum dan Administrasi Pemkab Malang ini.

Purnadi mengatakan, kesadaran warga, terutama mereka yang tinggal di daerah pelosok untuk mengurus e-KTP masih sangat rendah. ”Mereka mungkin berpikir untuk apa e-KTP itu? Ini berbeda dengan warga yang tinggal di perkotaan dimana kebutuhannya lebih tinggi,” kata dia.

Meski begitu, dispendukcapil tetap terus berupaya untuk menggenjot tingkat perekaman e-KTP hingga mendekati 100 persen. ”Untuk 100 persen memang tidak mungkin, karena setiap waktu selalu ada penduduk baru yang memasuki usia 17 tahun. Bagi kami, perekaman ini penting untuk mendapatkan data riil penduduk,” kata dia.

Dia pun berharap pada kesadaran masyarakat untuk segera melakukan perekaman e-KTP. Meskipun sebenarnya, ketika sudah melakukan perekaman, e-KTP juga tidak langsung jadi. ”Sekarang masih ada 20 ribu e-KTP yang belum jadi. Sebab, percetakannya ada di Jakarta. Kami mesti nunggu. Tapi yang penting, perekaman dulu,” kata dia.

Ketika perekaman dilakukan, masyarakat bisa langsung mendapatkan surat keterangan, dimana di sana juga dicantumkan NIK atau nomor induk kependudukan. ”Ini bisa digunakan untuk mereka yang mau mendaftar seleksi (calon pegawai negeri sipil),” kata dia

Kata Kunci :

  • ektp pujon
  • lokasi buat E ktp panjen
Suka blusukan

1 Comment

  1. ime

    September 11, 2014 at 10:35 am

    Untuk yang belum menerima e-ktp, sementara sudah melakukan pendaftaran sejak th 2012, di mana bisa menanyakan ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *