AREMA DI TEKUK HANOI T&T 2:1 DI AJANG AFC CUP 2014

Gonzales

Penyakit lama Arema, belum juga bisa dihilangkan. Unggul terlebih dahulu di babak pertama, tapi melempem di babak kedua. Akibatnya, kemenangan 1-0 yang diciptakan Cristian ‘El Loco Gonzales, menit 15. Menjadi sia-sia.
Skuad Singo Edan, seperti anti klimaks. Sedang tuan rumah, Hanoi T&T, mulai menemukan ritmenya. Akibatnya bisa ditebak. Dua gol sukses dicetak Nguyen Quoc Duy. Masing-masing menit 68 dan 75.
Puncak berubahnya permainan Arema, ketika tuan rumah mendapat hadiah penalti, menit 67, saat Thierry Gathuessi menjatuhkan Nguyen Quoc Long di kotak penalti. Tuan rumah, sukses menyamakan kedudukan.

Padahal, kalau saja permainan di babak pertama bisa dipertahankan, tidak menutup kemungkinan, Arema bisa menang. Sekaligus menjadi juara grup F dan berhak atas tuan rumah.
Di babak pertama itu, permainan simple, percaya diri dan disiplin, benar-benar terlihat di lapangan. Meski menjadi tim tamu, Arema sangat nyaman bermain. Akibatnya, gempuran terus dilakukan trisula Singo Edan. Gonzales Alberto Goncalves dan Samsul Arif.
Kiper Duong Hong Son, harus jatuh bangun.
Termasuk gol yang diciptakan Gonzales, juga dihasilkan dari pergerakan ciamik Gustavo Lopez dan Beto. Umpan satu dua kedua pemain itu, berhasil menarik perhatian lawan. Saat itu, Gonzales posisinya justru tidak di kawal. Lopez melihat kondisi tersebut, memberikan umpan, sedang Beto, menarik pemain agak menjauh dari Gonzales. Sekali kontrol, tendangan kerasnya berhasil menjebol gawang Hanoi T&T. 1-0 untuk Arema.

Sedang tuan rumah, tercatat hanya sekali membahayakan gawang Kurnia Meiga. Sepakan Samson Kayode menit 36, yang lepas dari kawalan di dalam kotak penalti, bisa diblok Kurnia Meiga.
Selebihnya, permainan berkutat di lapangan tengah. Gempuran si Kuning, julukan Hanoi, selalu kandas di barisan pertahanan Arema. Apalagi I Gede Sukadana dan Ahmad Bustomi, berhasil meredam serangan, sebelum pemain Hanoi T&T, berhadapan dengan Victor Igbonefo maupun Thierry Gathuessi.
Kondisi itu terjadi hingga babak pertama usai. Bahkan terlihat sekali, pemain-pemain Hanoi seperti kehabisan akal dan frustasi. Berkali-kali mereka salah dalam melakukan passing, plus cepat kehilangan bola.

Tetapi kondisi itu hanya terjadi di babak pertama. Arema pun berhasil mempertahankan kemenangan yang digenggam sejak menit ke 15.
Sadar lemah di sektor tengah, Hanoi T&T mulai merubah skenario. Kapten tim, Gonzalo Damian, ditarik keluar menit 53. Pemain cepat, Pham Van Thanh, dimasukkan untuk diduetkan dengan Pham Thanh Luong.
Masih belum cukup. Sembilan menit berselang, Ghuyen Hong Tien, juga ditarik. Digantikan pemain asing mereka, Sam Justin Gallagher, yang secara khusus meredam kecerdikan Beto.
Bukan itu saja, Samson Kayode yang memiliki kecepatan, agak ditarik ke sektor kanan. Dia diduetkan dengan Nguyen Quoc Long, untuk melakukan penetrasi dari sayap.

Hasilnya sangat manjur. Alfarizi dan Benny Wahyudi menjadi bulan-bulanan. Belum lagi, stamina pemain Arema juga mulai menurun.
Puncaknya, menit 67, Samson berhasil memberikan umpan terobosan kepada Nguyen Nguoc. Pemain kecil itu adu sprint dengan Ghatuessi. Di dalam kotak penalti, Ghatuessi yang kalah adu cepat, menjatuhkan Nguyen Nguoc.
Wasit Fan Qi dari China, langsung menunjuk titik putih. Sang top skor Hanoi T&T, Nguyen Ngoc Duy berhasil menambah koleksi golnya di menit 68.
Dalam kondisi 1-1 itulah, permainan Arema mulai kacau. Termasuk mulai terbuka pintu masuk serangan Hanoi dari sector kiri pertahanan Arema.

Gol kedua, yang dicetak tujuh menit kemudian, prosesnya juga hampir sama. Lagi-lagi Samson yang menjadi aktor. Melihat posisi Pham Thanh Luong yang kosong di sektor kiri Arema, bola diumpankan. Thanh Luong membawa bola berlari menyusuri pinggir garis lapangan.
Beberapa meter dari bendera tendangan sudut, bola diumpan crossing ke kanan gawang Kurnia Meiga. Benny Wahyudi yang bermaksud menghalau bola, justru terjatuh.
Padahal di belakang Benny, muncul Nguyen Ngoc Duy yang berdiri bebas. Kurnia Meiga mencoba mempersempat ruangan, tapi bola tendangan pemain andalan Hanoi T&T itu, sudah lebih dahulu masuk gawang. Arema tertinggal 1-0.

Pelatih Arema, Suharno dan Joko ‘Gethuk’ Susilo, mencoba membalas ketertinggalan itu. Dalam waktu tujuh menit, ada tiga pergantian pemain. Diawali Samsul yang digantikan Sunarto, kemudian Benny Wahyudi diganti Hendro Siswanto, plus Munhar yang masuk menggantikan Alfarisi.
Pergantian itu, bukannya tidak membuka peluang. Sunarto, sempat lepas dari jebakan offside di menit 79. Dia juga sudah berhasil melewati kiper Duong Hong Son. Tetapi bukannya bola ditendang ke gawang, justru diumpankan ke Gonzales dan berhasil direbut pemain lawan.
Kondisi seperti it uterus terjadi hingga pertandingan usai. Pemain Arema, benar-benar kesulitan untuk lepas dari tekanan Hanoi T&T. Sementara serangan sporadis yang mereka lakukan, juga tidak membuahkan hasil.
‘’Gol-gol yang dibuat mereka sangat simple. Dan nyaris selalu sama. Benar-benar kekalahan yang sangat mengecewakan. Kekalahan yang kami buat sendiri,’’ ujar Joko ‘Gethuk’ Susilo, usai pertandingan.

 

Kata Kunci :

  • rambut gonzales
Suka blusukan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *