AREMA DI TAHAN IMBANG PERSITA 1 : 1 DI KANJURUHAN

arema

MALANG, Persita Tangerang membuktikan kualitasnya. Meki bertanding sebagai tamu di Stadion Kanjuruhan, malam kemarin (18/8), skuad asuhan Fabio Oliveira tampil disiplin dan ngotot. Evaluasi usai kekalahan dari Persik Kediri, tampaknya membuahkan hasil. Pendekar Cisadane memetik buah manis. Persita mampu menahan imbang Singo Edan dengan skor 1-1.
Babak pertama Arema tak bisa memasukkan gol ke gawang Yogi Triana selama 45 menit pertama. Lalu, pada babak kedua, kiper Persita Yogi Triana makin menggila. Gempuran serangan Arema dari standar situasi set piece dan corner tak juga menggoyahkan Yogi. Kiper seleksi Timnas itu bahkan melakukan penyelamatan sempurna, saat Thierry memberikan heading istimewa menit 66.

Padahal, bola heading Thierry ini hampir-hampir bisa membobol gawang Arema. Tapi, tangan Yogi masih bisa menepis bola sulit tersebut. Pelatih Persita, Fabio Oliveira menyebut bahwa Yogi Triana adalah kiper yang sangat potensial. “Yogi kiper berbakat. Dia bisa menjadi kiper yang hebat, dia kiper yang bisa jawab kepercayaan,” terang Oliveira kepada Malang Post di sesi press conference, kemarin malam.
Kehadiran Yogi setidaknya bisa membendung tiga peluang emas Arema. Selain heading Thierry, Yogi menepis tendangan Samsul Arif dan heading Beto Goncalves di babak kedua. Menurut Oliveira, Yogi adalah kiper yang berani menjawab kepercayaan pelatih dengan penampilan super impresif malam kemarin.
“Kita beri dia kesempatan main dan dia menjawabnya dengan main sangat baik selama 2 x 45 menit. Bagi saya, dia kiper muda yang akan jadi kiper Timnas di masa depan. Usianya masih 20 tahun. Dia juga sudah berkali-kali dipanggil seleksi timnas U-21 dan U-23,” sambung pelatih asal Brasil itu.

Selain penampilan apik dari kiper mudanya, Persita juga tampil disiplin mengandalkan pemain-pemain muda seperti Ade Jantra Lukmana dan Sirfi Arvani. Secara keseluruhan, Oliveira menyebut bahwa Persita mampu tampil disiplin dan hampir tanpa emosi sepanjang pertandingan, walaupun skuadnya berisi anak-anak muda.
“Dari awal kita sudah prediksi Arema akan lakukan tekanan dari luar. Kita coba mengatur permainan dengan mengurangi emosi sepanjang pertandingan. Akhirnya, kita sukses mencuri poin di sini. Poin ini sangat penting untuk pertandingan terakhir lawan Gresik United,” tandas pelatih berkepala plontos tersebut.
“Tidak ada momen yang lebih pas untuk bangkit selain saat lawan Arema. Dan kita lawan tim yang produktivitasnya tinggi. Kerja keras pemain dan tim pelatih terbayar. Satu poin ini bisa mencegah kita terjerumus ke dalam jurang degradasi,” tutupnya.

 

 

Suka blusukan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *