Apa Saja Penyebab Stres?

Penyeba stress

Ya, hampir semua orang mengalami stres, kondisi ini tidak mengenal batasan usia, jenis kelamin, pekerjaan, ataupun status sosial seseorang. Penyebab stres juga sangat beragam, kadang disadari oleh penderitanya, namun kebanyakan tidak menyadarinya. Kondisi demikian juga dapat menyebabkan beragam kondisi yang merugikan bagi penderitanya. Apa sajakah penyebab dan akibat stres yang sering dialami kebanyakan orang?

Apa itu stres? Bagaimana kondisi ini dapat dikaitkan dengan depresi?

Stres merupakan suatu kondisi saat tubuh atau mental merasa tegang karena faktor fisik, kimia, maupun emosi. Hal ini sering menimbulkan masalah kesehatan dan memengaruhi seluruh aktifitas Anda. Namun akibat demikian, hanya terjadi jika Anda mengalami penumpukan stres atau kondisi stres berat yang mengarah pada depresi.

Uniknya pada saat mengalami stres ringan, tubuh meresponnya sebagai penyemangat diri sehingga memberikan hasil yang baik bagi aktivitas tersebut. Bisa jadi ini berkaitan dengan hormon stres yang terdapat pada sistem saraf.

Apa saja penyebab terjadinya stres?

Lalu apa saja yang dapat menjadi penyebab terjadinya stres? Pertama ialah faktor pekerjaan, mengapa? Kebanyakan karyawan merasa bahwa tekanan terbesar ada di tempat kerja mereka. Misalnya, cara berkomunikasi yang buruk diantara atasan dan bawahan sewaktu keputusan tertentu dibuat sepihak—khususnya yang berkaitan secara langsung dengan karyawan tersebut.

Lingkungan pekerjaan juga tidak lepas dari konflik antar sesama karyawan. Pekerjaan yang tak menjamin kelangsungan hidup karyawan maupun upah yang tidak sesuai turut memperkeruh kondisi stres yang timbul. Ya, masalah ekonomi memang menjadi problem utama kebanyakan kepala keluarga, orang tua, ataupun anak yang bekerja sebagai tulang punggung keluarga.

Kedua adalah faktor perceraian, mengapa? Ya, bagi beberapa orang yang memutuskan untuk mengakhiri hubungan pernikahan mereka seringkali melimpahkan tanggung jawab merawat anak-anak kepada salah satu pasangan saja. Tentu saja, bekerja seorang diri sekaligus merawat anak dapat menjadi tantangan tersendiri yang sangat melelahkan secara fisik dan emosi.

Para orang tua tunggal seringkali merasa kekurangan waktu dalam melakukan semua hal yang sebenarnya berada di luar kendali mereka. Hal demikian juga berdampak bagi anak-anak yang cenderung mengalami stres sewaktu harus menerima kenyataan bahwa orang tua mereka telah bercerai. Pertikaian yang sering dilakukan sebelum keputusan itu dibuat menjadi beban—hal demikian dapat menimbulkan luka emosi pada anak dan traumatis yang parah.

Apa saja akibat terjadinya stres?

Pastinya, kondisi kesehatan Anda tidak akan baik jika mengalami stres yang berlebihan. Hal ini memengaruhi kadar gula dalam darah, sistem peredaran darah, detak jantung, otak, paru-paru, otot, bahkan sistem kekebalan tubuh. Semakin tinggi kadar stres seseorang, semakin besar kecenderungan mereka mengidap penyakit jantung, stroke, diabetes, kanker, gangguan pada tulang dan otot.

Guna memerangi kondisi stres yang berlebih, beberapa orang melampiaskannya dengan melakukan kebiasaan yang merusak seperti menyalahgunakan narkoba, merokok, bermabuk-mabukan, melakukan tindak kekerasan, bahkan amoralitas seksual. Tak sedikit remaja yang melarikan diri dari rumah atau membolos dari sekolah mereka. Jika ini sampai pada taraf depresi, mereka bisa saja mengambil keputusan yang keliru, yaitu bunuh diri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *