ANTARA KREATIFITAS atau KEBANGGAAN YANG BERUJUNG SANGSI

ar

Aremania, suporter fanatik Arema Indonesia, tampaknya harus lebih berhati-hati bermain kembang api di Stadion Kanjuruhan. Pasalnya, AFC menyalakan ‘warning’ terkait keberadaan flare atau kembang api selama pertandingan AFC Cup, dengan ancaman denda USD 5.000.

Saat drawing AFC Cup di Kuala Lumpur, Deputy General Secretary AFC John Windsor memampang gambar aksi Aremania yang menyalakan kembang api. Jelas itu sebuah sindiran atau mungkin peringatan agar suporter biru tidak ‘bandel’ lagi.

Keberadaan gambar tsb tentu mengejutkan delegasi A̲̅R̲̅E̲̅M̲̅A̲̅ yg hadir di Kuala Lumpur. ”Tentu saja kami kaget. Yang ditunjukkan adalah gambar Aremania menggunakan kembang api.”

Gambar Aremania ditunjukkan ketika sesi pemaparan regulasi dan sanksi,” kata Fuad Ardiasyah, salah satu delegasi Arema.

Sentilan yg dilakukan AFC ini terhitung sudah sangat serius dan layak menjadi perhatian Aremania. Sebelumnya sudah ada sanksi denda dari Komisi Disiplin PSSI musim lalu karena pertandingan harus terhenti akibat asap flare.

Kendati begitu denda Komdis PSSI tak membuat sebagian Aremania jera dan aksi menggunakan kembang api terus terjadi.

Bahkan di pertandingan uji coba lawan DC United pekan lalu, juga masih terlihat suporter yg menggunakan kembang api hingga asapnya sempat turun ke lapangan.

Manajemen AREMA sendiri sudah sering mengingatkan efek kembang api, yakni berpotensi mendatangkan sanksi.

Sayang, suporter yg terlanjur terbius kenikmatan bermain flare di stadion tidak mau tahu dan tetap saja beratraksi dgn kembang api yang menurut mereka adalah kreativitas.

Perdebatan pun sempat muncul terkait pemakaian kembang api atau flare.

Sebagian suporter beranggapan flare tidak terlarang karena di Eropa banyak suporter yg masih memakainya.

Sebagian lain ada yang menganggap flare tidak masalah jika dinyalakan sebelum atau sesudah pertandingan.

Kata Kunci :

  • flare suporter aremania
Suka blusukan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *