AKSI PEDULI LINGKUNGAN OLEH PEMKOT MALANG

Mlg pohon

MALANG  Kesadaran pelaku bisnis yang memasang reklame insidentil di pohon-pohon masih belum banyak yang peduli dengan lingkungan. Masih banyak pemasang reklame yang menancapkan paku di pohon. Hal itu banyak ditemukan Wali Kota Malang, H. Moch Anton, saat melakukan aksi peduli lingkungan, cabut paku dan reklame pohon serta sampah, dalam rangka Hari Peduli Sampah yang digelar Kamis (26/2) kemarin.
Kegiatan yang digelar Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Malang itu di mulai dari halaman Balai Kota Malang. Usai apel, kegiatan yang banyak di ikuti para penggiat lingkungan itu dilanjutkan dengan melakukan aksi bersih-bersih lingkungan, mulai mengambil sampah di jalan, sampai cabut paku di pohon dilakukan mulai depan Balai Kota Malang, Jalan Kahuripan, Jalan Semeru dan berakhir di Taman Slamet.

“Kami masih banyak menemukan paku yang ditancapkan di pohon untuk pemasangan reklame. Kalau ini dilakukan  akan mematikan pohon. Padahal, pemasangan reklame sudah ada aturannya,” kata Wali Kota Malang, H. Moch Anton yang memimpin langsung Aksi Peduli Lingkungan, kemarin.
Tidak hanya mencabuti paku yang ada di bawah pohon saja, Abah Anton, sapaan akrab walikota, juga mencabuti dan membersihkan batang pohon bagian atas yang banyak terikat tambang bekas reklame dengan menggunakan mobil forklip. Bersama Wawali Kota Malang, H. Sutiaji, keduanya membersihkan pohon dari paku dan tambang bekas reklame.

Hal yang sama juga dilakukan Ketua TP PKK Kota Malang, Hj. Dewi Farida Suryani yang ikut jalan kaki membersihkan pohon dari paku dan bekas reklame. Sebagai kader lingkungan juga membersihkan tembok-tembok dan tiang listrik dari tempelan reklame yang mengganggu keindahan wajah kota.
Kepala DKP Kota Malang Erik Setyo Santoso, ST, MT menambahkan, acara kemarin menjadi kick off Aksi Peduli Lingkungan. Gerakan ini akan terus dilakukan sampai tingkat masyarakat di lima kecamatan. Masyarakat dapat memulai dari hal-hal terkecil untuk menjaga lingkungannya, misal mengurangi limbah air kemasan dengan membawa tempat minum sendiri dan lainnya.

Kami juga membangun 25 lubang biopori di Taman Slamet, memberikan bantuan gerobak sampah, tempat sampah serta seragam petugas kebersihan RW. Kami akan terus bergerak untuk membangun budaya masyarakat yang peduli lingkungan,” tandasnya.

 

 

Kata Kunci :

  • spaduk tempel tiang listrik malang
Suka blusukan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *