7 Makanan Berbau Paling Busuk di Dunia

Bagi Anda yang suka berwisata kuliner, Anda tentu sangat gemar mencoba beragam makanan dari seluruh dunia. Selain dapat menambah referensi tentang pengetahuan kuliner Anda, mencoba hidangan dari berbagai negara juga bisa menambah wawasan Anda mengenai kebudayaan dari daerah asal makanan tersebut. Namun, apa jadinya kalau ternyata kuliner yang harus Anda coba itu memiliki bau yang sangat menyengat, yang cenderung mengarah ke aroma busuk? Berikut adalah tujuh makanan dengan bau paling busuk dari seluruh dunia, menurut openjourney.com. Mari kita simak bersama!

1.  Surstromming 

Surstromming adalah hidangan khas Swedia yang dikenal karena aromanya yang sangat menyengat. Hidangan yang berasal dari fermentasi ikan laut Baltik ini merupakan masakan tradisional di utara Swedia sejak abad ke-16. Untuk mencegah proses pembusukan, ikan-ikan segar itu diberi garam dan kemudian dibiarkan selama minimal enam bulan.

Saat dibuka, Anda tentu bisa membayangkan bagaimana baunya?! Bau surstromming sangatlah kuat dan busuk. Maka dari itu, makanan ini umumnya dihidangkan di luar ruangan.

2. Hongeo

Hongeo adalah salah satu kuliner khas Korea Selatan yang memiliki aroma “memikat”. Saking memikatnya, kebanyakan orang menyebut bau makanan ini mirip WC umum.

Hongeo terbuat dari skate – sejenis ikan pari – yang telah difermentasi selama berhari-hari atau bahkan sebulan. Ikan ini tidak memiliki kandung kemih atau ginjal, sehingga limbah pencernaannya langsung dikeluarkan melalui kulit dalam bentuk asam urat. Itulah mengapa ikan pari harus dimakan saat masih segar. Namun, warga Korea rupanya lebih suka menyantap daging ikan pari yang sudah difermentasi.

Para nelayan akan menimbun puluhan ikan pari segar di dalam sebuah lemari es. Kemudian membiarkan mereka di sana selama berhari-hari atau kadang-kadang sampai sebulan, untuk memunculkan aroma “berbeda” pada ikan.

Ketika bau ikan dirasa sudah kuat, skate siap untuk diolah, dengan diiris dan disajikan mentah. Aroma hongeo yang begitu kuat biasanya akan tertinggal selama berjam-jam di piring, pakaian, serta kulit dan rambut orang yang menyantap hidangan tersebut. Hongeo memiliki tekstur yang sangat kenyal dan tulang rawan yang keras, sehingga agak sulit untuk ditelan.

3.  Kiviaq

Kiviaq. Nama makanan ini tentu terdengar eksotis, tetapi tunggu sampai Anda tahu makanan apa itu. Anda pasti kehilangan nafsu makan Anda sepenuhnnya. Kiviaq merupakan hidangan khusus pada musim dingin dan telah dikonsumsi oleh suku Inuit di bagian utara Greenland selama berabad-abad, seperti yang dilansir dari odditycentral.com.

Para suku Inuit melakukan itu untuk menghindari kekurangan pangan pada saat memasuki bulan-bulan dingin. Hidangan ini terbuat dari burung laut yang difermentasi. Makanan ini tampaknya cukup sulit untuk perut mereka yang tidak terbiasa. Kiviaq dimakan mentah atau tidak dimasak.

Mereka menggunakan burung laut, Auks, sebagai bahan makanan yang diawetkan di dalam kulit anjing laut. Sekitar 500 burung Auks dimasukkan ke dalam kantung kulit itu dan kemudian dijahit. Mereka memasukkan semua bagian tubuh burung laut itu termasuk paruh, kaki, dan bulunya.

Kantung kulit ini dioleskan lemak di seluruh lapisan luarnya untuk menghindari lalat. Burung-burung ini kemudian difermentasi di bawah tumpukan batu selama minimal 3 bulan atau bahkan 18 bulan. Suku Inuit mengonsumsi Kiviaq selama musim dingin di Greenland, terutama pada hari ulang tahun dan pesta pernikahan.

4. Kusaya

Kusaya adalah sejenis ikan kering yang diasinkan dari Jepang. Makanan ini terkenal dengan baunya yang sangat menyengat, yang hampir mirip dengan
surstromming. Meski bau kusaya terbilang cukup busuk dan menyengat, makanan ini memiliki rasa yang cukup lembut.

Kusaya sering dihidangkan dengan sake atau shochu. Makanan tradisional yang berasal dari Kepulauan Izu ini berwarna seperti teh, agak lengket, dan berbau menyengat. Meskipun kusaya adalah makanan khas Kepulauan Izu, kusaya dengan bau paling kuat di Jepang berasal dari Niijima.

5. Hakarl

Hidangan asal Islandia ini hampir mirip dengan surstromming ataupun kusaya. Hakarl terbuat dari hiu Greenland yang telah difermentasi selama empat sampai lima bulan. Daging hiu diawetkan dengan cara digantung hingga kering, setelah sebelumnya isi tubuhnya dibersihkan.

Masyarakat Islandia hanya menyantap daging hiu yang telah diawetkan, karena daging hiu Greenland akan beracun jika dimakan segar. Hal itu disebabkan tingginya kandungan urea dan trimetilamina oksida di dalam tubuh hiu, tetapi daging hiu ini dapat dikonsumsi setelah diolah. Bau amonia yang sangat kuat dari makanan ini, membuatnya tercium seperti bau produk pembersih rumah yang biasa kita jumpai.

6. Durian

Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia atau mereka yang tinggal di Asia Tenggara, durian adalah buah dengan rasa yang sangat luar biasa. Tak jarang, mereka yang menyukai durian memuji bau durian yang dianggap harum dan mampu menggugah selera makan. Faktanya, di belahan bumi lain, durian dianggap sebagai buah dengan bau busuk yang sangat menyengat.

Saking baunya, durian menjadi salah satu barang yang tidak boleh dibawa masuk ke dalam transportasi publik, termasuk pesawat. Buah ini bisa tumbuh dengan panjang lebih dari 30 cm dan berdiameter sampai 15 cm. Berat rata-rata durian mencapai 1-3 kilogram.

7. Limburger

Limburger dianggap sebagai keju dengan bau paling menyengat di dunia. Keju yang berasal dari abad ke-19 ini dibuat pertama kali di Duchy of Limburg, daerah yang kini telah dibagi menjadi wilayah Belgia, Jerman, dan Belanda. Aroma keju ini bahkan sering disamakan dengan bau badan manusia.

Brevibacterium linens adalah salah satu bakteri yang digunakan untuk memfermentasi keju ini. Tahukah Anda bahwa bakteri tersebut juga ditemukan pada kulit manusia, yang ikut bertanggung jawab terhadap munculnya bau badan, terutama bau kaki.

Inilah tujuh makanan dengan aroma yang sangat menyengat dan cenderung berbau busuk. Tertarik untuk mencoba salah satu dari mereka?

Kata Kunci :

  • jual surstromming
  • bakteri staphylococcus aureus pada makanan
  • harga surstromming
  • Khasiat Surstromming

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *