20 JUTA DANA ANGGARAN UNTUK MENDAUR ULANG SAMPAH

sampah

BATU– Pemkot Batu mulai memikirkan solusi penanganan sampah. Salah satunya bakal menerapkan pengolahan sampah berbasis masyarakat. Ada tiga desa yang masuk daftar program ini, yakni

Desa Pesanggrahan, Desa Gunungsari, dan Desa Mojorejo.

Kabid Kebersihan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Kota Batu Arif Ardiyasana membeberkan, setiap desa mendapatkan anggaran Rp 20 juta. Anggaran tersebut untuk melatih masyarakat untuk mendaur ulang sampah menjadi barang yang bermanfaat. ”Gagasan ini sebenarnya sudah lama. Tujuannya untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA) Tlekung,” ujarnya.

Sebab, kata dia, volume sampah TPA Tlekung di Kecamatan Junrejo tersebut makin menggunung. Ini karena dalam sehari, TPA ini mendapat kiriman sampah hingga 500 meter kubik. Bahkan, sampah basah dan sampah kering itu bercampur jadi satu dan dikirim ke sel-sel yang tersedia di TPA.

Nah, jika sebelum masuk TPA sampah-sampah itu dikelola oleh masyarakat, maka volume sampah yang bermuara ke Tlekung bisa berkurang. Artinya, usia TPA makin panjang. Selain itu, juga menambah penghasilan masyarakat desa. ”Nanti di setiap desa akan ada bank sampah. Sampah dipisah dan dikelola sendiri,” kata Arif.

Sampah basah dari tumbuhan maupun sayuran bisa diolah menjadi pupuk. Sedang sampah kering dari plastik dan sejenisnya bisa dikelompokkan dan dijadikan kerajinan tangan. Sampah basah tersebut bisa pula dijual untuk didaur ulang lagi.

Selain pengolahan sampah, pihaknya juga menyiapkan armada untuk mengangkut sampah. Saat ini, ada 13 motor sampah (torsam) baru yang disebar ke-13 desa/kelurahan. Ke-13 torsam itu segera disebar ke desa-desa untuk melengkapi kekurangan torsam pengadaan tahun lalu. ”Tahun lalu ada 11 torsam,” sambungnya.

Untuk pengadaan 13 torsam tersebut, Pemkot Batu menghabiskan anggaran Rp 390 juta. Pemkot juga membeli satu truk amrol seharga Rp 375 juta serta satu dump truk senilai Rp 335 juta.

Armada yang dibeli tersebut sebagai fasilitas kerja bagi 250 pasukan kuning berstatus PNS dan outsourching. Dari sekian desa dan kelurahan di Kota Batu, hanya Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji itu yang belum ter-cover. ”Kami berharap semua kawasan bisa kami atasi. Kendala armada dan personel memang membuat sejumlah kawasan belum bisa kami tangani sendiri,” tandas

Suka blusukan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *